Translate

Thursday, November 14, 2013

13 Shining star

Fanfiction ini pernah di-post di pelajarindonesia.org
ini blog asli author yang buat cerita ini. So, this is my FF. 
Just read and, leave a comment :D
Lee Sungmin POV
Aku termenung memandang cahaya rembulan dari balkon dorm Super Junior. Indah, pikirku. Sejenak aku terdiam. Memikirkan keluargaku. bukan keluargaku yang jauh di sana, tetapi keluarga Super Junior. Kami bukanlah keluarga kandung, tetapi kami bisa terbentuk seperti keluarga dengan persatuan kami. Kami memiliki pribadi yang berbeda.
Teuki hyung yang bijaksana, Heechul hyung yang tegas dengan kesopanannya, Hankyung hyung yang peduli dengan hyung dan dongsaengnya, Yesung hyung dengan keanehannya selalu membuat kami tertawa, Kangin hyung yang disiplin, Shindong hyung yang suka melucu, Eunhyukie dan Donghae yang childish, Siwonie yang taat beribadah, Kibumie yang pintar, Ryeowookie yang polos, dan sang magnae, Kyuhyunie yang jahil. Oh iya, plus kedua member Super Junior M, Henry yang polos dan Zhoumi yang percaya diri.
Aku sangat menyayangi mereka semua. Sekarang Hankyug hyung di negeri kelahirannya, meninggalkan kami dan juga Kibumie yang terfokus hanya pada aktingnya. Terbesit perasaan rindu yang mendalam jika memikirkannya. Ditambah lagi Leeteuk hyung dan Yesung hyung yang sedang melakukan kewajibannya sebagai warga negara. Ya, wajib militer. Dan di tahun berikutnya, aku bersama dengan Eunhyukie, Donghae, dan Siwonie yang akan melakukan kewajiban tersebut. Aku menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Dadaku terasa sesak. Aku benar benar merindukan keluargaku. 13 orang dan ditambah dengan seluruh ELF, lengkap sudah. Kami menjadi keluarga besar yang bahagia.
“Hyung! Kau melamun eoh?” aku terkaget dengan suara yang kukenal itu, membuatku menatapnya.
“Yak, Hae-ya! Kau membuat hyung kaget” ya, itu Donghae, Dongsaeng kesayanganku. Aku gembungkan pipiku yang chubby.
“Mianhae hyung, dari tadi aku panggil hyung tak menjawabnya” ucap Donghae. Apakah aku terlalu serius sehingga aku tak mendengar Donghae memanggilku?
“Bulannya indah ya hyung” Donghae kembali berucap, indra penglihatannya melihat ke arah bulan yang menerangi malam ini. Aku hanya berdehem menjawab perkataan Donghae. Kami sama-sama terdiam, tak tahu apa yang ingin dibicarakan. Kami hanya menatap rembulan. Donghae tiba-tiba membuka suara.
“Aku merindukan mereka hyung” ucap Donghae dengan nada yang serak. Aku tahu ia sedang menahan tangisnya. Donghae sangat emosional tentang apapun, terlebih lagi jika menyangkut keluarganya. Aku yang mengerti tentang apa yang diucapkan Donghae, segera memeluknya.
“Aku juga merindukan mereka Hae, tapi mau bagaimana lagi? Itu sudah menjadi keputusan mereka” jawabku. Tanganku mengelus rambut hitam Donghae. Aku mendengar isakannya. Ya, dia menangis. Dengan segera aku melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
“Uljima Hae-ya, kau tak maukan ayahmu “di sana” sedih melihatmu menangis seperti ini?”
“Tapi, aku merindukan mereka hyung. Hankyung hyung, Teukie hyung, Yesung hyung, dan Kibumie” Donghae mengeluarkan air matanya kembali.
“Kita adalah Super Junior. Kita adalah keluarga. Aku yakin mereka juga merindukan kita, Hae. Walaupun setiap pertemuan ada perpisahan, tetapi hati kita tidak pernah terpisah. Kita semua sudah banyak melewati suka dan duka. Kita sudah seperti dihubungkan satu dengan yang lainnya. Kau tak perlu takut. Tuhan pasti bisa membuat kita bersama kembali” Tangisan Donghae mereda.
“Kau benar hyung. Aku tak boleh pesimis pada Tuhan, karena Tuhan pasti akan mempersatukan kita kembali. Kita juga masih bisa bertemu dengan Hankyung hyung di China sana” ucap Donghae. Aku melihatnya tersenyum kembali.
“Kita juga masih mempunyai ELF, mereka yang sudah mendukung kita sampai sejauh ini. Mereka yang selalu setia menemani kita. Mereka juga yang melengkapi keluarga kita”
“Berbicara tentang ELF, aku lupa mengupload fotoku hyung! Mereka pasti merindukan diriku” mendengarnya berbicara seperti itu membuatku tersenyum. Kami tertawa bersama.
“Sana, kau selca dirimu dan buat ELF senang” Donghae mengambil handphone dari saku celananya dan mulai ber-selca ria. Akupun turut ikut dalam selcanya.
Lee Sungmin POV end
——————————Super Junior——————————
Percakapan oleh duo Lee di dengar oleh Leeteuk. Leeteuk yang sedang mendapatkan libur sampai hari esok mengunjungi keluarganya, sekedar melepas rindu. Tak lama di rumah keluarganya, ia datang ke dorm ‘keluarganya’. Leeteuk menitikkan air matanya, ia merasa terharu dengan percakapan dongsangnya. Bibirnya terangkat, ia tersenyum. Hyung juga merindukan kalian dongsaengdeul, fikir Leeteuk.
“Hyung pulang dongsaengdeul” teriak Leeteuk dari ruang tengah. Dengan segera semua member datang ke arahnya. Satu persatu memeluk Leeteuk dan Leeteuk membalas pelukan mereka.
“Hyung merindukan kalian”
“Kami juga merindukan kau, hyung” Ujar mereka semua serempak.
“Hiks, hyungiee, aku merindukanmuu” Ryeowook yang sudah mengeluarkan air mata kembali memeluk hyungnya itu.
“Hyung juga merindukanmu Ryeowookie” Leeteuk membalas pelukan Ryeowook dan mengelus rambut hitam Ryeowook. Menenangkan dongsaengnya.
“Kau mendapatkan libur hari ini eoh?” Tanya Heechul.
“Ya, tapi hanya sampai besok.” Jawab Leeteuk. Member lain berteriak senang. Leader yang mereka rindukan bisa menyempatkan waktunya pada mereka.
“Ayo kita makan besar! Ryeowookie dan Sungmin hyung, kalian yang memasak ya” pinta Eunhyuk dengan mata berbinar. Tentu saja dengan anggukan semuanya, karena yang paling pandai memasak adalah mereka berdua dan karena tak sanggup menolak permintaan hyung dan dongsaengnya, Sungmin dan Ryeowook menyetujui permintaan tersebut.
Ryeowook dan Sungmin berkutat di dapur, sedangkan yang lain menunggu. Heechul meng¬-upload selcanya di Instagram, Kyuhyun bermain PSPnya, Siwon membaca kitabnya, dan yang lain saling bertukar cerita dengan Leeteuk. Sungguh keluarga yang harmonis!
——————————Super Junior——————————
40 menit berlalu, makanan sudah siap. Mereka berhamburan menuju ruang makan. Ryeowook dan Sungmin membuat Bulgogi, Kimbab, Bibimbab, Kimchi, dan Samgyeopsal. Mereka makan dengan lahap, tetapi seketika..
“Aku dataang, jangan habiskan makanannya. Aku juga ingin makan!” teriak seseorang dari ruang tengah.
“Yesung hyung?” mereka terkejut dengan kedatangan sang art of voice, Yesung. Yesung dengan segera mencuci tangannya dan ikut bergabung dengan yang lain di meja makan.
“Kenapa kalian terkejut seperti itu eoh? Seperti melihat hantu saja” ujar Yesung. Tangannya bergerak untuk mengambil makanan. Dan seketika meja makan ribut, mereka bertengkar ingin mendapatkan jatah makanan mereka.
Tanpa sadar Leeteuk tersenyum. Masih sama, pikirnya. Kelakuan dongsaengnya jika sudah di meja makan tak pernah berubah. Selalu ribut. Tangannya bergerak mencari handphonenya, lalu memfoto kejadian ini. Merekapun terdiam saat mendengar suara dari handphone sang leader.
1 detik, mereka diam. Belum sadar apa yang terjadi.
2 detik,
3 detik,
4 detik,
5 detik, mereka langsung berteriak bersama.
“Leeteuk hyung! Hapus sekarang juga foto kamii!” teriak mereka. Kompak!
“Tak mau, ini sebagai kenang-kenanganku” Leeteuk tersenyum senang
“Pasti wajah kita memalukan” ucap Eunhyuk
“Memang” Leeteuk tertawa senang, seketika mereka semua ikut tertawa.
Kami bukan hanya boyband. Kami adalah keluarga. Keluarga Super Junior yang bahagia. Kami memiliki satu sama yang lain. Tak perlu takut dengan perpisahan, karena pasti kita akan kembali dipertemukan. Ingat! Tuhan pasti punya rencana tersendiri untuk hamba-Nya mencapai kebahagiaan, walaupun terasa sakit di awal, pasti akan bahagia di akhir.

Kim Jongwoon oppa rang Park Jungsoo oppa, gidarilkae :")

No comments:

Post a Comment